ATALIA
PRARATYA SANG INSPIRASI PEREMPUAN INDONESIA
(Oleh : Aman Maathoba)
Biografi dan profil Atalia
Praratya sangat menarik sebagai salah satu inspirasi perempuan Indonesia. Ia
merupakan salah satu orang ternama di Jawa Barat yang akrab disapa Ibu Cinta,
disamping sebagai istri dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Atalia Praratya
merupakan perempuan keturunan Bandung yang lahir pada tanggal 20 November 1973.
Profil dari istri Ridwan Kamil
ini sangat cocok untuk diulas oleh penulis sebagai perempuan Indonesia yang
sangat menginspirasi semua kalangan khususnya perempuan Indonesia. Perempuan
yang kini berusia 49 tahun itu memiliki wajah cantik dan seorang fashionable. Ia merupakan sosok
perempuan yang terbilang inspiratif bagi semua orang. Hal tersebut bisa dilihat
dari semangat dan kerja kerasnya serta banyak gelar yang didapatkan oleh
perempuan nomor satu di Jawa Barat ini. Selain mendampingi suaminya bertugas,
Atalia juga memiliki kesibukan lain sebagai istri pejabat daerah. Kesibukan
tersebut antara lain sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banding, penanggung
jawab administrasi dan keuangan PT. Urbane Indonesia (Konsultan Arsitektur
Ridwan Kamil), dan Ketua Dekranasda Kota Bandung.
Perempuan tercantik di Jawa Barat bernama lengkap Ataliya Praratya Kamil ini merupakan sosok perempuan yang berpendidikan tinggi. Ia menempuh pendidikannya di Bandung mulai dari SD hingga kuliah. Setelah tamat dari SMAN 5 Bandung, Atalia melanjutkan studinya S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran (UNPAD) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Parahyangan. Lalu, Ia melanjutkan pendidikan S2 di Program Magister Ilmu Komunikasi dan berhasil menamatkan gelar masternya serta menjadi lulusan terbaik di Universitas Pasundan dengan IPK 3,67. Ia juga baru saja meraih gelar S3 dari Fakultas Ilmu Komunikasi di Universitas Padjajaran, Dr. Atalia Praratya, S.Ip., M.Ikom., dengan konsep Disertasinya tentang menguji dampak sosio ekonomi, dari sekolah informal ibu-ibu Jawa Barat atau lebih dikenal dengan sebutan SEKOPER CINTA (Sekolah Perempuan Raih Impian dan Cita-cita) dengan tujuan mengangkat derajat perempuan dimana alumninya sudah puluhan ribu orang. Tidak hanya itu, perempuan asli Jawa Barat ini bahkan berhasil lulus dengan predikat cumlaude.
Keberhasilan Atalia meraih
gelar Doktor ini turut disambut suka cita sang suami. Ridwan Kamil juga
mengungkapkan kebahagiaannya dalam unggahan di akun Instagram miliknya. Dalam unggahan tersebut, Pria kelahiran Bandung
ini menyebut sang istri sebagai “Perempuan Hebat”. “PEREMPUAN HEBAT itu, kini
tuntas paripurna dalam menuntut ilmu formalnya. Selamat untuk tersayang
@ataliapr yang hari ini resmi meraih gelar Doktor di kampus ternama Universitas
Padjajaran. CUM LAUDE pula,” tulisnya di Instagram
@ridwankamil, Senin (10/10/22). Dalam unggahannya, Ridwan Kamil juga memuji
atas kerja keras istrinya yang berhasil menuntaskan studi S3 di tengah
kesibukannya. “Di tengah kesibukan memimpin lebih 8 organisasi, menjadi dosen,
mengurusi keluarga, masih memiliki energi dan cita-cita untuk menimba ilmu di
level tertinggi yaitu S3 doktoral,” ungkap Ridwan Kamil. Ridwan menganggap
ibunda dari anak-anaknya ini sebagai sosok perempuan hebat yang dapat
menginspirasi para kaum hawa di seluruh Indonesia. Pesan tersebut disampaikan
langsung oleh Ridwan Kamil dalam unggahannya di Instagram. “Kata hebat memang sudah selayaknya disematkan kepada
kiprah dan energi hidup dari Dr. Atalia Praratya, S.Ip., M.IKom. Semoga
pencapaian ini menginspirasi perempuan-perempuan lainnya di Jawa Barat dan
Indonesia,” ujarnya. Bahkan program dari Ibu Cinta, SEKOPER CINTA terinspirasi
dari Sekolah Dewi Sartika yang memiliki misi untuk memberikan edukasi kepada
perempuan Jawa Barat dan Indonesia.
Peran Ibu Cinta sebagai seorang ibu untuk keluarga, Bunda Literasi, Bunda PAUD Jawa Barat, telah memberikan semangat untuk mewujudkan harapannya kepada masyarakat Jawa Barat. Baru ini, Atalia mendapatkan penghargaan dari anugerah IKAPI AWARDS 2022 pada kategori Promoter Literacy. Menurut Atalia, berbagi manfaat dari membaca dan menulis sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Pemberian penghargaan sebagai Promoter Literacy menjadikan semangatnya untuk selalu mengajak masyarakat Jawa Barat dan seluruh warga Indonesia agar sering membaca dan menulis ke depannya. Ia juga mengajak generasi muda untuk membangun citra, menebar kemanfaatan, dan meraih kebaikan melalui gemar membaca dan aktivitas positif melalui tulisan.
“Menulis akan menghadirkan
jejak abadi, dan karya berupa buku akan terus menerus memberi manfaat setiap
kali orang membacanya,” ujarnya dalam website resmi www.ataliapraratya.com. Selain
Atalia menerima penghargaan sebagai Promoter
Literacy, ada beberapa penulis lain
yang menerima award ini, antara lain:
Ari Nilandari (Kategori Writer of The
Year), Leila S. Chudori (Kategori Book
of The Year: Buku “Laut Bercerita”), dan Candra Bintang (Kategori Rokie of
The Year). “Alhamdulillah, saya dapat menghadiri acara penganugerahan tersebut,
yang diserahkan langsung oleh Bapak Menteri Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar. Kegiatan ini merupakan
bagian dari rangkaian International Book Fair (IIBC) 2022 di Jakarta Convention
Center, Jakarta, dan dilaksanakan pada hari Rabu (09/11/22),” ujarnya. Ia juga
mengucapkan selamat dan sukses kepada semua penerima penghargaan anugerah IKAPI
AWARDS 2022. Ia mengajak kepada para
penulis baru yang memulai berkarya agar tetap bermotivasi untuk menebar
kebaikan melalui tulisan.
Bunda Literasi Jawa Barat
tersebut juga mengeluhkan rendahnya minat membaca buku bagi kalangan remaja di
Jawa Barat. Menurut Atalia, mereka lebih menyukai bermain sosial media hingga games pada gadget. Ia juga mengungkapkan, masyarakat lebih tertarik pada
berita yang viral dan bisa diakses lewat gadget.
Dari data informasi yang didapatkan Atalia, lebih dari 60 juta warga saat ini
sudah memiliki smartphone. “Namun
rata-rata bukan digunakan untuk membaca namun mereka mencari berita hanya
judulnya saja, termasuk media sosial. Jadi berita-berita yang sedang hits saat ini mereka tahu namun mereka
tidak mampu untuk meluangkan waktunya untuk membaca buku,” ujarnya dikutip dari
media http://www.jabar.suara.com. Atalia juga mengungkapkan bahwa data
masyarakat masih rendah untuk membaca buku namun sudah ada peningkatan dari
tahun sebelumnya yaitu awal tahun 2020 itu 8 poin sekarang 9 poin.
“Jadi mereka kadang-kadang
yang membaca sedikit itu mereka mudah terprovokasi. Mereka tidak tahu isinya
seperti apa,” kata Atalia. Ia juga mengajak masyarakat Jawa Barat untuk
mencegah dampak tersebut adalah dengan gemar membaca dimulai sejak dini. Atalia
juga berpesan bahwa kebiasaan gemar membaca harus dimulai dari lingkungan
keluarga. “Contoh di setiap rumah disediakan sudut membaca atau perpustakaan
kecil sehingga anak-anak terbiasa dulu. Terus setiap harinya sebelum tidur
dibiasakan membacakan dongeng termasuk di sekolah 15 menit pertama itu
diwajibkan dulu membaca buku itu untuk semua level,” kata Atalia dikutip dari
media http://www.jabar.suara.com. Ia juga mengajak masyarakat Jawa Barat untuk
berburu buku seperti yang ada di dalam pameran Internasional Big Bad Wolf Books
yang menyediakan jutaan buku dengan 35 ribu judul buku karya dalam negeri dan
internasional yang bisa dibaca dan dibeli masyarakat.
Karier Atalia Praratya terbilang sangat cemerlang. Kini, Atalia Praratya merupakan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat memiliki banyak program seputar keluarga di masyarakat, Kamis (04/08/22). Saat itu, ia juga meminta kepada seluruh kader PKK di 27 kota/kabupaten untuk turun ke lapangan dalam menyukseskan program PKK, salah satunya Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dimulai serentak sejak 1 Agustus 2022. BIAN merupakan program dari pemerintah dalam pemberian imunisasi tambahan untuk anak umur 9 bulan sampai kurang dari 12 tahun berupa Campak-Rubella, serta bagi anak umur 12 sampai 59 bulan berupa imunisasi pelengkap Polio dan DPT-HB-Hib. Adapun manfaat dari program imunisasi yaitu untuk mencegah kesakitan dan kecacatan akibat Campak, Rubella, Polio, Difteri, Pertusis, Hepatitis B, Pneumonia, dan Meningitis. Tantangannya yaitu dengan metode jemput bola membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan di daerah masing-masing untuk menjalani imunisasi. “Semua kader PKK saya kasih PR khusus supaya anak-anak mau diimunisasi, maka harus turun lapangan, kalau perlu jemput bola,” ujarnya saat memberikan arahan kepada kader PKK secara virtual di kantor PKK Jabar, Selasa (02/08/22).
Selain itu, istri Ridwan Kamil
tersebut juga mengajak Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera
(UPPKS) di Jawa Barat untuk terus membangun ekonomi keluarga pada masa
penormalan baru (New Normal), Selasa
(09/06/20). Caranya dengan cerdas membaca peluang usaha untuk menghasilkan produk
yang diminati masyarakat. Apa saja peluang usaha yang akan hadir pada New Normal tersebut? Belajar dari masa
pandemi, Master Ilmu Komunikasi jebolan Universitas Pasundan menyebut sejumlah
usaha yang gulung tikar dan sebagian lain yang bertahan. Bahkan, beberapa jenis
usaha mampu meningkat selama pandemi. Sektor yang justru bangkit selama pandemi
antara lain makanan, kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, produk
kesehatan pribadi, dan retail. Usaha-usaha seperti itulah yang kemudian menjadi
peluang bagi Kelompok UPPKS ke depan. Istri Gubernur Jawa Barat tersebut lantas
merinci sejumlah upaya yang bisa dilakukan UPPKS selama masa pandemi maupun New Normal. “Produk UPPKS ini cukup
beragam. Ada olahan makanan, fashion,
craft, perhiasan, batik, APD, dan
lain-lain. Ini bisa dipasarkan secara offline
maupun online di media sosial. Yang
terbaru, misalnya UPPKS mengembangkan pasar online
melalui Instagram dan Facebook dengan akun Rumpaka Balantik.
Saya mengapresiasi kelompok UPPKS Jawa Barat yang telah merambah media sosial
untuk memasarkan produknya,” ujarnya yang dikutip pada laman
http://www.suarajabarsatu.com.




.jpg)
Komentar
Posting Komentar