ATALIA PRARATYA SANG INSPIRASI PEREMPUAN INDONESIA

ATALIA PRARATYA SANG INSPIRASI PEREMPUAN INDONESIA

(Oleh : Aman Maathoba)

 


Sumber : https://www.liputan6.com/news/read/4535562/6-fakta-istri-ridwan-kamil-atalia-praratya-positif-covid-19

Biografi dan profil Atalia Praratya sangat menarik sebagai salah satu inspirasi perempuan Indonesia. Ia merupakan salah satu orang ternama di Jawa Barat yang akrab disapa Ibu Cinta, disamping sebagai istri dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Atalia Praratya merupakan perempuan keturunan Bandung yang lahir pada tanggal 20 November 1973.

Profil dari istri Ridwan Kamil ini sangat cocok untuk diulas oleh penulis sebagai perempuan Indonesia yang sangat menginspirasi semua kalangan khususnya perempuan Indonesia. Perempuan yang kini berusia 49 tahun itu memiliki wajah cantik dan seorang fashionable. Ia merupakan sosok perempuan yang terbilang inspiratif bagi semua orang. Hal tersebut bisa dilihat dari semangat dan kerja kerasnya serta banyak gelar yang didapatkan oleh perempuan nomor satu di Jawa Barat ini. Selain mendampingi suaminya bertugas, Atalia juga memiliki kesibukan lain sebagai istri pejabat daerah. Kesibukan tersebut antara lain sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banding, penanggung jawab administrasi dan keuangan PT. Urbane Indonesia (Konsultan Arsitektur Ridwan Kamil), dan Ketua Dekranasda Kota Bandung.

Perempuan tercantik di Jawa Barat bernama lengkap Ataliya Praratya Kamil ini merupakan sosok perempuan yang berpendidikan tinggi. Ia menempuh pendidikannya di Bandung mulai dari SD hingga kuliah. Setelah tamat dari SMAN 5 Bandung, Atalia melanjutkan studinya S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran (UNPAD) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Parahyangan. Lalu, Ia melanjutkan pendidikan S2 di Program Magister Ilmu Komunikasi dan berhasil menamatkan gelar masternya serta menjadi lulusan terbaik di Universitas Pasundan dengan IPK 3,67. Ia juga baru saja meraih gelar S3 dari Fakultas Ilmu Komunikasi di Universitas Padjajaran, Dr. Atalia Praratya, S.Ip., M.Ikom., dengan konsep Disertasinya tentang menguji dampak sosio ekonomi, dari sekolah informal ibu-ibu Jawa Barat atau lebih dikenal dengan sebutan SEKOPER CINTA (Sekolah Perempuan Raih Impian dan Cita-cita) dengan tujuan mengangkat derajat perempuan dimana alumninya sudah puluhan ribu orang. Tidak hanya itu, perempuan asli Jawa Barat ini bahkan berhasil lulus dengan predikat cumlaude.

Sumber : https://hot.liputan6.com/read/5120619/6-potret-wisuda-s3-atalia-praratya-istri-ridwan-kamil-raih-ipk-sempurna

Keberhasilan Atalia meraih gelar Doktor ini turut disambut suka cita sang suami. Ridwan Kamil juga mengungkapkan kebahagiaannya dalam unggahan di akun Instagram miliknya. Dalam unggahan tersebut, Pria kelahiran Bandung ini menyebut sang istri sebagai “Perempuan Hebat”. “PEREMPUAN HEBAT itu, kini tuntas paripurna dalam menuntut ilmu formalnya. Selamat untuk tersayang @ataliapr yang hari ini resmi meraih gelar Doktor di kampus ternama Universitas Padjajaran. CUM LAUDE pula,” tulisnya di Instagram @ridwankamil, Senin (10/10/22). Dalam unggahannya, Ridwan Kamil juga memuji atas kerja keras istrinya yang berhasil menuntaskan studi S3 di tengah kesibukannya. “Di tengah kesibukan memimpin lebih 8 organisasi, menjadi dosen, mengurusi keluarga, masih memiliki energi dan cita-cita untuk menimba ilmu di level tertinggi yaitu S3 doktoral,” ungkap Ridwan Kamil. Ridwan menganggap ibunda dari anak-anaknya ini sebagai sosok perempuan hebat yang dapat menginspirasi para kaum hawa di seluruh Indonesia. Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Ridwan Kamil dalam unggahannya di Instagram. “Kata hebat memang sudah selayaknya disematkan kepada kiprah dan energi hidup dari Dr. Atalia Praratya, S.Ip., M.IKom. Semoga pencapaian ini menginspirasi perempuan-perempuan lainnya di Jawa Barat dan Indonesia,” ujarnya. Bahkan program dari Ibu Cinta, SEKOPER CINTA terinspirasi dari Sekolah Dewi Sartika yang memiliki misi untuk memberikan edukasi kepada perempuan Jawa Barat dan Indonesia.

Peran Ibu Cinta sebagai seorang ibu untuk keluarga, Bunda Literasi, Bunda PAUD Jawa Barat, telah memberikan semangat untuk mewujudkan harapannya kepada masyarakat Jawa Barat. Baru ini, Atalia mendapatkan penghargaan dari anugerah IKAPI AWARDS 2022 pada kategori Promoter Literacy. Menurut Atalia, berbagi manfaat dari membaca dan menulis sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Pemberian penghargaan sebagai Promoter Literacy menjadikan semangatnya untuk selalu mengajak masyarakat Jawa Barat dan seluruh warga Indonesia agar sering membaca dan menulis ke depannya. Ia juga mengajak generasi muda untuk membangun citra, menebar kemanfaatan, dan meraih kebaikan melalui gemar membaca dan aktivitas positif melalui tulisan.

Sumber : https://www.ataliapraratya.com/2022/11/promoter-literacy-ikapi-awards-2022.html

“Menulis akan menghadirkan jejak abadi, dan karya berupa buku akan terus menerus memberi manfaat setiap kali orang membacanya,” ujarnya dalam website resmi www.ataliapraratya.com. Selain Atalia menerima penghargaan sebagai Promoter Literacy, ada beberapa penulis lain yang menerima award ini, antara lain: Ari Nilandari (Kategori Writer of The Year), Leila S. Chudori (Kategori Book of The Year: Buku “Laut Bercerita”), dan Candra Bintang (Kategori Rokie of The Year). “Alhamdulillah, saya dapat menghadiri acara penganugerahan tersebut, yang diserahkan langsung oleh Bapak Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian International Book Fair (IIBC) 2022 di Jakarta Convention Center, Jakarta, dan dilaksanakan pada hari Rabu (09/11/22),” ujarnya. Ia juga mengucapkan selamat dan sukses kepada semua penerima penghargaan anugerah IKAPI AWARDS 2022. Ia mengajak kepada para penulis baru yang memulai berkarya agar tetap bermotivasi untuk menebar kebaikan melalui tulisan.

Sumber : https://www.ataliapraratya.com/2022/11/promoter-literacy-ikapi-awards-2022.html

Bunda Literasi Jawa Barat tersebut juga mengeluhkan rendahnya minat membaca buku bagi kalangan remaja di Jawa Barat. Menurut Atalia, mereka lebih menyukai bermain sosial media hingga games pada gadget. Ia juga mengungkapkan, masyarakat lebih tertarik pada berita yang viral dan bisa diakses lewat gadget. Dari data informasi yang didapatkan Atalia, lebih dari 60 juta warga saat ini sudah memiliki smartphone. “Namun rata-rata bukan digunakan untuk membaca namun mereka mencari berita hanya judulnya saja, termasuk media sosial. Jadi berita-berita yang sedang hits saat ini mereka tahu namun mereka tidak mampu untuk meluangkan waktunya untuk membaca buku,” ujarnya dikutip dari media http://www.jabar.suara.com. Atalia juga mengungkapkan bahwa data masyarakat masih rendah untuk membaca buku namun sudah ada peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu awal tahun 2020 itu 8 poin sekarang 9 poin.

“Jadi mereka kadang-kadang yang membaca sedikit itu mereka mudah terprovokasi. Mereka tidak tahu isinya seperti apa,” kata Atalia. Ia juga mengajak masyarakat Jawa Barat untuk mencegah dampak tersebut adalah dengan gemar membaca dimulai sejak dini. Atalia juga berpesan bahwa kebiasaan gemar membaca harus dimulai dari lingkungan keluarga. “Contoh di setiap rumah disediakan sudut membaca atau perpustakaan kecil sehingga anak-anak terbiasa dulu. Terus setiap harinya sebelum tidur dibiasakan membacakan dongeng termasuk di sekolah 15 menit pertama itu diwajibkan dulu membaca buku itu untuk semua level,” kata Atalia dikutip dari media http://www.jabar.suara.com. Ia juga mengajak masyarakat Jawa Barat untuk berburu buku seperti yang ada di dalam pameran Internasional Big Bad Wolf Books yang menyediakan jutaan buku dengan 35 ribu judul buku karya dalam negeri dan internasional yang bisa dibaca dan dibeli masyarakat.

Karier Atalia Praratya terbilang sangat cemerlang. Kini, Atalia Praratya merupakan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat memiliki banyak program seputar keluarga di masyarakat, Kamis (04/08/22). Saat itu, ia juga meminta kepada seluruh kader PKK di 27 kota/kabupaten untuk turun ke lapangan dalam menyukseskan program PKK, salah satunya Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dimulai serentak sejak 1 Agustus 2022. BIAN merupakan program dari pemerintah dalam pemberian imunisasi tambahan untuk anak umur 9 bulan sampai kurang dari 12 tahun berupa Campak-Rubella, serta bagi anak umur 12 sampai 59 bulan berupa imunisasi pelengkap Polio dan DPT-HB-Hib. Adapun manfaat dari program imunisasi yaitu untuk mencegah kesakitan dan kecacatan akibat Campak, Rubella, Polio, Difteri, Pertusis, Hepatitis B, Pneumonia, dan Meningitis. Tantangannya yaitu dengan metode jemput bola membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan di daerah masing-masing untuk menjalani imunisasi. “Semua kader PKK saya kasih PR khusus supaya anak-anak mau diimunisasi, maka harus turun lapangan, kalau perlu jemput bola,” ujarnya saat memberikan arahan kepada kader PKK secara virtual di kantor PKK Jabar, Selasa (02/08/22).

Sumber : https://www.suarajabarsatu.com/atalia-praratya-ridwan-kamil-mengajak-kelompok-uppks-untuk-tingkatkan-ekonomi-keluarga-di-masa-akb-new-normal/

Selain itu, istri Ridwan Kamil tersebut juga mengajak Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) di Jawa Barat untuk terus membangun ekonomi keluarga pada masa penormalan baru (New Normal), Selasa (09/06/20). Caranya dengan cerdas membaca peluang usaha untuk menghasilkan produk yang diminati masyarakat. Apa saja peluang usaha yang akan hadir pada New Normal tersebut? Belajar dari masa pandemi, Master Ilmu Komunikasi jebolan Universitas Pasundan menyebut sejumlah usaha yang gulung tikar dan sebagian lain yang bertahan. Bahkan, beberapa jenis usaha mampu meningkat selama pandemi. Sektor yang justru bangkit selama pandemi antara lain makanan, kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, produk kesehatan pribadi, dan retail. Usaha-usaha seperti itulah yang kemudian menjadi peluang bagi Kelompok UPPKS ke depan. Istri Gubernur Jawa Barat tersebut lantas merinci sejumlah upaya yang bisa dilakukan UPPKS selama masa pandemi maupun New Normal. “Produk UPPKS ini cukup beragam. Ada olahan makanan, fashion, craft, perhiasan, batik, APD, dan lain-lain. Ini bisa dipasarkan secara offline maupun online di media sosial. Yang terbaru, misalnya UPPKS mengembangkan pasar online melalui Instagram dan Facebook dengan akun Rumpaka Balantik. Saya mengapresiasi kelompok UPPKS Jawa Barat yang telah merambah media sosial untuk memasarkan produknya,” ujarnya yang dikutip pada laman http://www.suarajabarsatu.com.


Komentar